Apalagidengan kelinci yang selama ini menjadi bintang di mata seluruh penghuni hutan. Dengan mengalahkan kelinci, kura-kura akan di beri pengakuan sebagai yang terhebat. Jadi untuk menjadi yang terbaik, cukup mengalahkan yang paling baik. Dan terbaik di lomba lari adalah kelinci, jadi kura-kura harus mengalahkan kelinci.
Kalau berenang saya jagonya." kata kura-kura menyombongkan diri. "Kamulah yang beruntung bisa berenang, sedang aku tidak pandai berenang. Kalau aku pandai berenang, tidaklah engkau perlu bersusah-susah mengambil batang pisang itu. Aku tentu akan membantumu," ujar kera dengan licik. Mendengar ucapan kera itu, hati kura-kura menjadi terharu.
Diikatlahkue itu di kaki dan tangannya. Di bawah kayu konon ada seekor kura - kura yang bernama si Kakua. Ketika dia melihat ada kue bantal tergantung, maka dimakanlah kue itu. Ketika si Lutung melihat kuenya habis, disangkanya kakinya yang memakan, lantas dia berkata : "Wah kuat sekali kakiku makan, ini kuberi lagi sebuah".
Fast Money. Seekor kura-kura berjalan sangat lamban ke arah sebuah sungai yang air nya cukup tenang, kura-kura itu keluar dari sungai semalam ketika hujan besar turun sehingga arus sungai menjadi cukup deras dan sungai itupun menjadi sangat kotor. Ketika sang kura-kura akan kembali ke sungai dia mendengar sesuatu dari kejauhan rasa penasaran membuatnya bergerak melihat apa yang sedang terjadi ditempat keramaian itu. Seluruh hewan berdatangan ke arah keramaian itu. Ketika seekor ayam jantan melewati sang kura-kura, sang kura-kura bertanya “Apa sesuatu sedang terjadi disana wahai ayam?” sambil tergesa-gesa ayam itu menjawab ”Aku juga tidak tahu, aku hanya mendengar kabar bahwa seekor monyet tua sedang mengabarkan sesuatu dan kabar itu sangat penting bagi hewan-hewan disini”. Kisah Cerita Anak Kura-kura dan Monyet Pembohong Mendengar hal itu dari seekor ayam sang kura-kura kini bergegas mencapai pusat keramaian itu namun tetap saja jalannya sangat lambat dia tidak bisa berlari seperti hewan lainnya, beberapa menit kemudian berjalan kini sang kura-kura itu melihat hampir semua hewan berkumpul disana kelinci, rubah, tikus, musang, burung, kadal, angsa, anjing, serigala dan disana terlihat seekor monyet berdiri dia atas pohon dan terlihat sangat jelas sekali. Monyet itu berbicara sambil mengangkat sesuatu seperti botol kepada semua hewan yang sedang berkumpul di tempat itu namun suara itu samar-samar terdengar oleh sang kura-kura, akhirnya kura-kura sampai di tempat keramaian itu tempat itu penuh sangat sesak dan sulit untuk melewati hewan yang sedang berdesakan. Sang kura-kura kini mampu mendengar apa yang sedang digembor-bemborkan oleh monyet tua di atas dahan “Selama ini aku belajar menjadi seorang yang ahli dalam mengobati berbagai macam penyakit, dan kini selama penelitian ku aku telah menemukan obat yang sangat ampuh, obat ini lebih hebat dari obat manapun karena obat ini mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit”. Kata sang monyet tua dengan nada yang sangat meyakinkan, para hewan yang hadir disana merasa sangat yakin dengan apa yang dikatakan monyet tua itu namun tidak bagi sang kura-kura. Kura-kura itu kini mencoba mendekati sang monyet tua itu dengan cara menerobos masuk ke dalam keramaian, cangkangnya yang keras memberikan keberanian lebih kepada kura-kura itu meskipun kadang terinjank dia tidak merasakan sakit. Akhirnya dengan susah payah kura-kura itu sampai tempat yang paling depan dia memperhatikan monyet tua itu dengan teliti “Tuan Monyet” kata sang kura-kura “Aku menyimak apa yang kau sampaikan kepada kami yang hadir disini tentang dirimu telah belajar mengobati dan membuat sebuah obat yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit namun aku melihat tubuhmu kurus dan terlihat kau tidak begitu sehat” kata sang kura-kura “Jika kamu mampu untuk menyehatkan badanmu itu dengan obat yang telah kamu buat barulah aku percaya akan kemampuan obat itu namun jika hal itu tidak berhasil sebaiknya kau memikirkan kembali apa yang sedang kau kerjakan itu”. tegas sang kura-kura Navigasi pos
Ilustrasi kisah monyet yang serakah. Foto shutterstockSebelum beranjak tidur, kira-kira kegiatan apa yang biasa Anda lakukan bersama anak? Membacakan dongeng mungkin menjadi salah satu pilihan baik yang dapat Anda lakukan, Moms. Sebab, di dalam dongeng anak biasanya tersirat pesan moral yang bisa jadi bahan pembelajaran untuk si kecil. Selain itu, mendongeng juga bermanfaat untuk membuat hubungan Anda dan anak semakin dekat, meningkatkan kreativitas si kecil, hingga menambah kosakata anak. Maka dari itu, sebaiknya kegiatan ini dapat Anda terapkan sedini bila Anda masih bingung ingin membacakan dongeng apa untuk si kecil nanti malam, kumparanMOM punya salah satu dongeng anak Islami yang mengajarkan anak agar tidak serakah atau rakus terhadap sesuatu. Dongeng tersebut berjudul 'Kisah Monyet yang Serakah'. Seperti apa ya kisahnya? Yuk kisah monyet yang serakah. Foto shutterstockDongeng Anak Islami Kisah Monyet yang SerakahSuatu hari di musim kemarau, pohon-pohon di hutan secara perlahan mulai mengering. Persediaan makanan pun ikut hutan tersebut, hiduplah sejumlah monyet. Mereka pun hidup rukun dan damai. Namun, di saat musim kemarau tiba, masing-masing dari mereka memisahkan diri mencari makanan untuk bertahan suatu ketika, raja monyet meminta sejumlah monyet untuk berkumpul. Ia mengatakan, "Hai, saudaraku. Janganlah kau meninggalkan hutan ini. Di luar sana sangat bahaya bagi kita." Semuanya pun mendengar nasihat dari raja monyet itu. Tapi, ada salah satu monyet yang menghiraukan perintah tersebut. Ia pun memiliki rencana untuk pergi ke rumah sudah pergi ke rumah penduduk, seekor monyet itu pun sangat bahagia karena banyak sekali makanan sehingga ia tak kelaparan. Hingga beberapa hari kemudian, ia tak menemukan lagi makanan di rumah penduduk yang ia singgahi itu. Ia pun memutuskan untuk pergi ke rumah lainnya untuk mendapatkan di rumah penduduk lain itu, ia melihat ada segepok pisang di atas meja makan. Ia pun menghabiskannya. Tak lama kemudian, ia melihat ada kacang dalam sebuah toples. Namun, toples tersebut sangat kecil sehingga membuat tangannya sulit untuk meraih kacang yang ingin ia ambil karena monyet tampak kelaparan, ia memaksakan tangannya masuk ke toples itu dan tangannya malah terjebak alias tak bisa keluar lagi. Hal ini pun membuat orang di rumah itu terbangun dan menyadari bahwa ada monyet di rumahnya. Lalu, monyet tersebut diamankan oleh warga ia menyesal dengan apa yang telah dilakukannya itu dan tak mendengarkan nasihat dari raja Moral dari Kisah Monyet yang SerakahDari dongeng anak Islami di atas, anak bisa memetik pelajaran bahwa sebagai umat muslim janganlah serakah atau rakus terhadap sesuatu. Selain itu, penting bagi anak untuk mematuhi nasihat orang yang lebih dewasa atau orang tua demi kebaikannya agar tak celaka seperti yang dialami monyet dalam kisah di HR. Bukhari No. 6437 juga menjelaskan hal tersebut. Berikut isinyaلَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ مِثْلَ وَادٍ مَالاً لأَحَبَّ أَنَّ لَهُ إِلَيْهِ مِثْلَهُ ، وَلاَ يَمْلأُ عَيْنَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَArtinya "Seandainya manusia memiliki lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan harta yang banyak semisal itu pula. Mata manusia barulah penuh jika diisi dengan tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat" HR. Bukhari No. 6437.
Kisah Cerita Anak Kura-kura dan Monyet Pembohong Seekor kura-kura berjalan sangat lamban ke arah sebuah sungai yang air nya cukup tenang, kura-kura itu keluar dari sungai semalam ketika hujan besar turun sehingga arus sungai menjadi cukup deras dan sungai itupun menjadi sangat kotor. Ketika sang kura-kura akan kembali ke sungai dia mendengar sesuatu dari kejauhan rasa penasaran membuatnya bergerak melihat apa yang sedang terjadi ditempat keramaian itu. Seluruh hewan berdatangan ke arah keramaian itu. Ketika seekor ayam jantan melewati sang kura-kura, sang kura-kura bertanya “Apa sesuatu sedang terjadi disana wahai ayam?” sambil tergesa-gesa ayam itu menjawab ”Aku juga tidak tahu, aku hanya mendengar kabar bahwa seekor monyet tua sedang mengabarkan sesuatu dan kabar itu sangat penting bagi hewan-hewan disini”. Kisah Cerita Anak Kura-kura dan Monyet Pembohong Mendengar hal itu dari seekor ayam sang kura-kura kini bergegas mencapai pusat keramaian itu namun tetap saja jalannya sangat lambat dia tidak bisa berlari seperti hewan lainnya, beberapa menit kemudian berjalan kini sang kura-kura itu melihat hampir semua hewan berkumpul disana kelinci, rubah, tikus, musang, burung, kadal, angsa, anjing, serigala dan disana terlihat seekor monyet berdiri dia atas pohon dan terlihat sangat jelas sekali. Monyet itu berbicara sambil mengangkat sesuatu seperti botol kepada semua hewan yang sedang berkumpul di tempat itu namun suara itu samar-samar terdengar oleh sang kura-kura, akhirnya kura-kura sampai di tempat keramaian itu tempat itu penuh sangat sesak dan sulit untuk melewati hewan yang sedang berdesakan. Sang kura-kura kini mampu mendengar apa yang sedang digembor-bemborkan oleh monyet tua di atas dahan “Selama ini aku belajar menjadi seorang yang ahli dalam mengobati berbagai macam penyakit, dan kini selama penelitian ku aku telah menemukan obat yang sangat ampuh, obat ini lebih hebat dari obat manapun karena obat ini mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit”. Kata sang monyet tua dengan nada yang sangat meyakinkan, para hewan yang hadir disana merasa sangat yakin dengan apa yang dikatakan monyet tua itu namun tidak bagi sang kura-kura. Kura-kura itu kini mencoba mendekati sang monyet tua itu dengan cara menerobos masuk ke dalam keramaian, cangkangnya yang keras memberikan keberanian lebih kepada kura-kura itu meskipun kadang terinjank dia tidak merasakan sakit. Akhirnya dengan susah payah kura-kura itu sampai tempat yang paling depan dia memperhatikan monyet tua itu dengan teliti “Tuan Monyet” kata sang kura-kura “Aku menyimak apa yang kau sampaikan kepada kami yang hadir disini tentang dirimu telah belajar mengobati dan membuat sebuah obat yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit namun aku melihat tubuhmu kurus dan terlihat kau tidak begitu sehat” kata sang kura-kura “Jika kamu mampu untuk menyehatkan badanmu itu dengan obat yang telah kamu buat barulah aku percaya akan kemampuan obat itu namun jika hal itu tidak berhasil sebaiknya kau memikirkan kembali apa yang sedang kau kerjakan itu”. tegas sang kura-kura
cerita pendek monyet dan kura kura